Merawat Cinta dengan Pujian
TANGGUNG jawab suami ataupun istri di dalam sebuah keluarga, sering kali akhirnya berujung pada rutinitas semata. Kalaupun satu sama lain sempat saling berbagi peran, kebanyakan lebih untuk meringankan pekerjaan satu sama lain. Selebihnya, yang penting pekerjaan beres.
Mending jika hal itu bisa terjadi. Pada kebanyakan pasangan, suami anteng dengan pekerjaannya masing-masing. Begitu juga istri. Padahal, pada kondisi tertentu seseorang bisa sampai pada puncak letih dan jenuh. Hal paling mungkin terjadi, bersunguh-sungut. Dikerjakan, tapi mengeluh.
Banyak jalan menuju kehidupan keluarga yang lebih baik. Coba tanya, siapa yang tidak suka dengan pujian? Memang, tidak semua orang suka dengan pujian. Tapi coba perhatikan, saat Anda bertemu teman lama dan mengatakan, "Wah... langsing ya sekarang!" Mungkin Anda akan menjawabnya dengan perkataan, "Masak sih!" Sembari tersipu-sipu senang.
Merawat cinta
Pujian dan memuji seseorang, termasuk salah satu cara pasutri dalam merawat cintanya dengan pasangan. Hal ini dibenarkan oleh psikolog sekaligus pengelola Lembaga Pelatihan & Konsultasi Keluarga Cahaya Islam. Mimin Aminah. "Ibarat setangkup air, pujian akan memberi kesegaran pada rutinitas hubungan pasangan yang sudah sangat stagnan. Pujian juga menjadi vitamin yang menunmbuhkan semangat," katanya.
Bedakan, saat si kecil pulang sekolah dan bersungut-sungut karena berkelahi dengan temannya. Bila Anda sebagai orang tua malah menyalahkan, si kecil akan memperpanjang kemarahannya. Berbeda bila Anda memujinya dan mengatakan, "Bersyukurlah adik sudah berhasil meninggalkan dia!" Dipastikan, ia akan merasa lebih nyaman.
Memberi pujian kepada pasangan, membuatnya merasa diperlukan, dihargai, dan diperhatikan, sehingga dia merasa keberadaannya menjadi berarti. Pujian yang baik dan tepat mendorong pasangan untuk melakukan lebih baik lagi apa yang telah dilakukannya. Paling tidak, pasangan akan mempertahankan apa yang sudah dilakukannya.
Pujian yang baik dan tepat mengobati ucapan dan sikap pasangan yang mungkin keliru dan tidak patut untuk diucapkan atau dilakukan. Pujian juga menjembatani keduanya untuk lebih saling mendekat. Sebab pujian memang memberi efek nyaman pada seseorang.
Kendati begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan pada saat Anda akan memuji seseorang. Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut adalah waktu, tempat, dan siapa yang akan dipuji. Ini penting, agar pujian tidak jadi salah sasaran. Pastikan juga, pujian Anda tulus. Tidak ada embel-embel apapun di balik pujian tersebut.
Mengapa waktu memberikan pujian penting diperhatikan, pujian tidak harus diberikan saban waktu. Memberi pujian kepada pasangan pada waktu-waktu tertentu saja. Kalau sering, sifatnya bukan pujian lagi.
Pujian membuat pasangan merasa diperlukan, dihargai, diperhatikan, sehingga pasangan merasa keberadaaannya berarti. Pujian yang baik dan tepat memberi dorongan kepada pasangan yang dipuji untuk melakukan lebih baik daripada apa yang telah dilakukan atau paling tidak mempertahankannya.
Pujian yang baik dan tepat juga mengobati ucapan dan sikap pasangan yang mungkin keliru dan tidak patut untuk diucapkan dan dilakukan. Pujian menjembatani keduanya untuk lebih mendekat.
Kendati begitu, Anda juga mesti tahu bahwa pujian tidak selalu berupa kata-kata memuji, tetapi juga tindakan. Contohnya kirimkanlah ucapan selamat ketika pasangan telah melakukan sesuatu yang sangat istimewa bagi Anda. Berikan ucapan dengan kecupan atas segala hal yang mereka telah lakukan untuk Anda. Jangan lupa katakan kepada pasangan ketika Anda menghargai sesuatu yang mereka telah lakukan.
Pujian tidak harus berupa hadiah besar, dengan ucapan "terima kasih" yang tulus dan kecupan hangat, pasangan akan merasa lebih dihargai. Jangan lupa, beri dukungan tentang sesuatu yang ingin mereka coba. Sehingga saat dia menemukan satu hal yang asing dari apa yang ia kerjakannya, dukungan itu akan menjadi motivasi.
Nah, saatnya Anda merawat cinta yang Anda miliki dengan memberikan pujian kepada pasangan. Dan nantikanlah buah merawat cinta itu pada kehidupan cinta Anda selanjutnya.
read more “cArA MeRaWaT cInTroNg”
TANGGUNG jawab suami ataupun istri di dalam sebuah keluarga, sering kali akhirnya berujung pada rutinitas semata. Kalaupun satu sama lain sempat saling berbagi peran, kebanyakan lebih untuk meringankan pekerjaan satu sama lain. Selebihnya, yang penting pekerjaan beres.
Mending jika hal itu bisa terjadi. Pada kebanyakan pasangan, suami anteng dengan pekerjaannya masing-masing. Begitu juga istri. Padahal, pada kondisi tertentu seseorang bisa sampai pada puncak letih dan jenuh. Hal paling mungkin terjadi, bersunguh-sungut. Dikerjakan, tapi mengeluh.
Banyak jalan menuju kehidupan keluarga yang lebih baik. Coba tanya, siapa yang tidak suka dengan pujian? Memang, tidak semua orang suka dengan pujian. Tapi coba perhatikan, saat Anda bertemu teman lama dan mengatakan, "Wah... langsing ya sekarang!" Mungkin Anda akan menjawabnya dengan perkataan, "Masak sih!" Sembari tersipu-sipu senang.
Merawat cinta
Pujian dan memuji seseorang, termasuk salah satu cara pasutri dalam merawat cintanya dengan pasangan. Hal ini dibenarkan oleh psikolog sekaligus pengelola Lembaga Pelatihan & Konsultasi Keluarga Cahaya Islam. Mimin Aminah. "Ibarat setangkup air, pujian akan memberi kesegaran pada rutinitas hubungan pasangan yang sudah sangat stagnan. Pujian juga menjadi vitamin yang menunmbuhkan semangat," katanya.
Bedakan, saat si kecil pulang sekolah dan bersungut-sungut karena berkelahi dengan temannya. Bila Anda sebagai orang tua malah menyalahkan, si kecil akan memperpanjang kemarahannya. Berbeda bila Anda memujinya dan mengatakan, "Bersyukurlah adik sudah berhasil meninggalkan dia!" Dipastikan, ia akan merasa lebih nyaman.
Memberi pujian kepada pasangan, membuatnya merasa diperlukan, dihargai, dan diperhatikan, sehingga dia merasa keberadaannya menjadi berarti. Pujian yang baik dan tepat mendorong pasangan untuk melakukan lebih baik lagi apa yang telah dilakukannya. Paling tidak, pasangan akan mempertahankan apa yang sudah dilakukannya.
Pujian yang baik dan tepat mengobati ucapan dan sikap pasangan yang mungkin keliru dan tidak patut untuk diucapkan atau dilakukan. Pujian juga menjembatani keduanya untuk lebih saling mendekat. Sebab pujian memang memberi efek nyaman pada seseorang.
Kendati begitu, ada hal-hal yang harus diperhatikan pada saat Anda akan memuji seseorang. Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut adalah waktu, tempat, dan siapa yang akan dipuji. Ini penting, agar pujian tidak jadi salah sasaran. Pastikan juga, pujian Anda tulus. Tidak ada embel-embel apapun di balik pujian tersebut.
Mengapa waktu memberikan pujian penting diperhatikan, pujian tidak harus diberikan saban waktu. Memberi pujian kepada pasangan pada waktu-waktu tertentu saja. Kalau sering, sifatnya bukan pujian lagi.
Pujian membuat pasangan merasa diperlukan, dihargai, diperhatikan, sehingga pasangan merasa keberadaaannya berarti. Pujian yang baik dan tepat memberi dorongan kepada pasangan yang dipuji untuk melakukan lebih baik daripada apa yang telah dilakukan atau paling tidak mempertahankannya.
Pujian yang baik dan tepat juga mengobati ucapan dan sikap pasangan yang mungkin keliru dan tidak patut untuk diucapkan dan dilakukan. Pujian menjembatani keduanya untuk lebih mendekat.
Kendati begitu, Anda juga mesti tahu bahwa pujian tidak selalu berupa kata-kata memuji, tetapi juga tindakan. Contohnya kirimkanlah ucapan selamat ketika pasangan telah melakukan sesuatu yang sangat istimewa bagi Anda. Berikan ucapan dengan kecupan atas segala hal yang mereka telah lakukan untuk Anda. Jangan lupa katakan kepada pasangan ketika Anda menghargai sesuatu yang mereka telah lakukan.
Pujian tidak harus berupa hadiah besar, dengan ucapan "terima kasih" yang tulus dan kecupan hangat, pasangan akan merasa lebih dihargai. Jangan lupa, beri dukungan tentang sesuatu yang ingin mereka coba. Sehingga saat dia menemukan satu hal yang asing dari apa yang ia kerjakannya, dukungan itu akan menjadi motivasi.
Nah, saatnya Anda merawat cinta yang Anda miliki dengan memberikan pujian kepada pasangan. Dan nantikanlah buah merawat cinta itu pada kehidupan cinta Anda selanjutnya.




